+62 234 567 8

admin@tugubandung.desa.id

Sejarah Desa

Tidak ada sumber primer, baik prasasti ataupun naskah tertulis yang menjelaskan sejarah awal keberadaan Desa Tugubandung. Sejarah Desa Tugubandung hanya dipahami dari cerita lisan yang disampaikan secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Dari cerita-cerita lisan itu diyakini bahwa Desa Tugubandung termasuk salah satu desa yang keberadaanya sudah cukup tua. Desa Tugubandung diperkirakan sudah ada pada masa-masa berdirinya Kerajaan Galuh, Jawa Barat pada abad ke-6.

Karena masuk dalam wilayah Karesidenan Sukabumi yang berbudaya Jawa, kehidupan masyarakat Desa Tugubandung pun juga tidak lepas dari pengaruh budaya Jawa itu. Pengaruh paling besar bisa dilihat dari bahasa yang dipakai warga Desa Tugubandung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Guru Besar Ilmu Linguistik Universitas Jend. Soedirman (UNSOED) Purwokerto, Prof. Dr. Agus Salim, tahun 2013, disimpulkan bahwa bahasa Jawa pernah menjadi bahasa tutur masyarakat Desa Tugubandung. Nama-nama tempat dan sungai, seperti. Pelus, Kubang, Selis, dan lain sebagainya menunjukkan adanya pengaruh kuat bahasa Jawa di Desa Tugubandung.

Menurut Sobarna, Bahasa Jawa di Desa Tugubandung termasuk Bahasa Jawa yang tidak mengenal kasar-halus. Masyarakat Desa Tugubandung menyebutnya dengan istilah bahasa Jawa “ngapak”. Beberapa kosa kata bahasa Jawa di Desa Tugubandung tidak lagi ditemukan pada pengguna bahasa Jawa yang berada di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, tetapi memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Jawa di wilayah D.I. Yogyakarta.

Cerita lain menyebutkan, sebelum dihuni oleh manusia, Desa Tugubandung berwujud hutan belantara yang di dalamnya hidup binatang buas, jin dan siluman. Mbah Soewarno, Ki Senopati, dan Mbok Juminten dianggap sebagai para leluhur yang berjasa besar dalam mendirikan Desa Tugubandung. Merekalah yang mengusir jin dan siluman jahat sehingga Desa Tugubandung dapat dihuni oleh manusia hingga sekarang.

Warga Desa Tugubandung juga memiliki leluhur yang dikenal dengan nama Mbah Soewarno. Mbah Soewarno ini seringkali digambarkan sebagai sosok yang memiliki tingkat kejujuran yang tinggi dan totalitas kepasrahan kepada Sang Illahi. Bagi warga sekitar, sosok Soewarno menjadi sosok yang dibanggakan, karena memiliki banyak keutamaan-keutamaan dalam perilaku. Karena keutamaan-keutamaan perilakunya tersebut, sosok Soewarno seringkali dikait-kaitkan dengan asal-usul nama Contoh. CON berarti memberi, TOH berarti sesuatu yang berharga. Nama Contoh mengandung makna dan semangat untuk selalu memberikan kebaikan terus menerus kepada sesama.

Diceritakan juga, konon, sebelum masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banyumas, pada awalnya Desa Tugubandung menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Sukabumi. Tetapi tidak jelas kapan masa-masa masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan kapan mulai masuk wilayah Kabupaten Sukabumi. Jejak yang bisa ditemukan hanyalah bahwa dari awal adanya Desa Tugubandung hingga sekarang, Desa Tugubandung telah dipimpin oleh 11 (sebelas) Lurah/Kepala Desa.

Lambang Kabupaten Sukabumi

Peta Wilayah Kabupaten Sukabumi

Silsilah Kepala Desa

Berikut silsilah Kepala Desa Tugubandung mulai dari
awal didirikan sampai dengan sekarang

Nama Lengkap

Periode Menjabat

Nama Lengkap

Periode Menjabat

Nama Lengkap

Periode Menjabat

Nama Lengkap

Periode Menjabat

Nama Lengkap

Periode Menjabat

Nama Lengkap

Periode Menjabat